Social Icons

Pages

Maret 20, 2013

Malam Ini

Hai malaaaaaam ...

Aku dipertemukan lagi dengan malam yang seperti ini. Malam yang basah. Namun bukan karena hujan. Sesuatu aliran air yang lebih tenang tapi bisa membuat bantal dan guling menjadi basah karenanya. Yaaah, seperti malam-malam yang dahulu pernah aku lewati sebelumnya. Setelah beberapa waktu yang lalu aku tak pernah melewati malam-malam seperti ini. Malam yang tenang, damai, sendu. Lagi-lagi hatiku terketuk untuk menuliskan sesuatu tentangmu (mengapa sampai saat ini hanya kamu yang bisa menginspirasi aku secepat ini ?) ke dalam diary elektronikkku ini. Bukanlah sesuatu yang indah ataupun menarik. Aku hanya ingin mengungkapkannya ketika aku sendiri tak sanggup untuk mengatakan ini kepadamu. Atau karena ini sudah larut malam sehingga aku tak punya teman bicara untuk berbagi cerita ini. Entahlah, yang jelas saat ini, malam ini aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal lagi. Tapi, aku sengaja menahan rasa penasaranku ini untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Karena jika ini terus dibiarkan, usahaku untuk move on yang selama ini aku lakukan akan berakhir dengan sia-sia.

Sejauh ini aku memang mengatakan "aku sudah move on kok". Dan itu benaaaaaaar. Semenjak saat itu aku selalu berusaha untuk bangkit, berusaha untuk mengembalikan keadaan menjadi baik-baik saja, berusaha untuk menutupi semua kepahitan termasuk juga menutup kenangan-kenangan yang mungkin bisa membuat aku terus mengulang kejadian yang telah terjadi. Yaah , meskipun tak semuanya menyakitkan. Ada hitam ada putih, ada jalan lurus ada jalan berliku-liku, ada pahit dan ada juga manis. Meskipun jalan yang telah kita tempuh hanya sejenak, itu cukup menyita sebagian dari diriku untuk bersinggah. Tak begitu banyak tapi cukup mengesankan.

Dan saat ini jika mereka bisa melihatku sebagai seseorang yang punya hidup baru, itu tandanya aku sudah sukses. Aku sukses untuk menjadi pemain drama yang bermain dibelakang topengnya. Sungguh indahnya, ketika melihat diriku tersenyum didepan cermin. Tapi, suatu saat nanti aku yakin aku pasti bisa membuat diriku tersenyum lebih indah dari saat ini.Yaah , suatu saat nanti dan itu entah kapan ...

Dan untukmuuuu .....
Jangan merasa dirimu sepi, sendiri
Pandanglah langit malam
Lihatlah pancaran sinar rembulan
Disana banyak bintang tersebar di langit luas
Maka bertemanlah dengan mereka
Dan rasakan damainya angin malam

Januari 07, 2013

L I B U R A N K U

“Libur telah tiba… Libur telah tiba… Hore Hore Horeeeeeeeeee…..”

Itu sepenggal lirik dari lagu seorang penyanyi cilik Tasya. Yah, setidaknya kalimat itu bisa terucap setelah satu semester atau sekitar 6 bulan kita seorang pelajar telah melewati waktunya yang dihabiskan di sekolah. Terlebih yang sedang duduk di kelas 12 seperti saya. Yang pagi, siang, malam hanya dihabiskan dengan belajar, belajar, belajar. Bukan karena hobi atau mencari kesenangan. Tapi karena tuntutan. Yah, tuntutan seorang pelajar demi mendapatkan ijazah SMA. Hahaha.

Gimana dengan rapornya ? Bagus ? Hahaha. Aku tidak bisa mengatakan itu bagus atau sebaliknya. Nilaiku meningkat dari semester sebelumnya kok. Yang aku tau raporku gak mengecewakan. Alhamdulillah, aku bersyukur. Itu hasil yang aku dapet di semester terakhirku ini. Meskipun aku tau, hasil ini gak sebagus teman-temanku yang lain sih. Tapi, setidaknya mamaku gak kecewa atas hasil yang aku dapet ini. Bangga ? Mungkin iya, salah satu alasan aku bangga dengan raporku karena mamaku dapat tersenyum melihatnya. Senangnya. Setelah melewati masa-masa menegangkan itu. Akhirnya datanglah Time to Holiday !!!!!!!!!! Nyahaha. Meskipun rencana liburan gak ada tapi tetap disambut hangat kok. Hahaha.
Oke, hari pertama liburan hari Senin, 24 Des 2012 gak ada acara apa-apa selain mengikuti Diklat SAR adik-adik kelasku. Yah, cukup menyenangkan dan bisa mengisi waktu luangku.

Hari berikutnya Selasa, 25 Des 2012 aku pergi holiday ke Pantai Papuma (Pasir Putih Malikan) setelah hampir satu tahun aku tak mengunjunginya. Jam 08.00 WIB aku, adek, dedek, dan mamaku berangkat ke tempat tujuanku. Yah, setelah kurang lebih 1,5 jam diperjalanan akhirnya kami pun sampai di tempat pembelian tiket masuk. Ramai. Macet. Yaa, banyak kendaraan yang telah mengantri untuk membeli tiket masuk. Dan akhirnya tiket masuk pun sudah ditangan. Sampai disana dikejutkan dengan pemandangan yang sedikit kurang sedap sih. Kurasa ini sudah hal yang wajar sih. Sampah. Menumpuk.
Semakin tempat ini banyak dikenal, semakin banyak yang datang, dan semakin banyak juga sampah yang dihasilkan. Miris sekali. Yah, tapi aku gak mau juga berlarut-larut dalam ke-mirisanku haha. Ku lanjutkan perjalananku menyusuri pantai yang suara ombaknya dapat sedikit memberikan efek pada diriku. Tsaaaah. Akupun tak melewatkan waktuku untuk berfoto-foto ria. Ini nih.




Time is out. Waktunya pulang. Dan hari itu menjadi hari yang ‘sedikit’ melelahkan tapi tetap menyenangkan.

Rabu-Kamis, 26-27 Des 2012 setelah meluangkan waktu untuk keluarga kecilku tercinta saatnya meluangkan waktu untuk saudara-saudara organisasiku. Yah, meskipun sudah di hari ketiga. Tapi tak ada salahnya juga kalau aku datang untuk membantu jalannya acara diklat itu. Aku memutuskan untuk bermalam disana bersama saudara yang lain dan pulang di keesokan harinya. Dan itu menyenangkan.

Jumat, 28 Des 2012 aku memutuskan untuk berdiam dirumah dan beristirahat demi mengembalikan tenagaku. Karena sebelumnya aku telah di wanti-wanti oleh sang Mama untuk istirahat. Beliau berkata bahwa kita besok akan pergi ke Jogja selama 4 hari. Hahaha. Dan itu sebabnya aku memilih untuk diam dirumah. Selain itu aku menggunakan waktuku untuk melakukan packing.

Sabtu-Selasa, 29 Des 2012-awal tahun 2013 aku menghabiskan waktuku di kota Jogjakarta (ada bagian sendiri yang menceritakan ini). Yang jelas ini menyenangkan.

Rabu, 2 Jan 2013 aku menghabiskan waktu dirumah. Bukan dikarenakan lelah, tapi aku telah tepaaaaar. Hahaha. Setelah berhari-hari di Jogja terus diguyur hujan. Tidur pol-polan wes. Haha.

Kamis, 3 Jan 2013 badan sudah sedikit bisa diajak kompromi. Sore sekitar jam 15.00 WIB setelah hujan reda, aku keluar bersama sahabat-sahabat SMP-ku. Yah, kami bertiga. Aku satu sekolah dengan salah satu sahabatku dan yang satunya lagi berbeda sekolah. Kemudian kami memutuskan untuk mencari tempat makan yang pas buat nongkrong dan cerita-cerita ala kita. Hahaha. Sampai akhirnya kita memutuskan untuk pulang setelah waktu menunjukkan jam 18.30 WIB. Setelah itu aku langsung meluncur ke Panaongan. Dikarenakan disana sedang ada acara ‘Diskusi dan Nobar Film Indie’. Ramai. Senang bisa berkumpul-kumpul dengan yang lainnya. Berhubung aku menginap di rumah saudara angkatanku Rawit, akhirnya aku dan Gemmok memutuskan untuk pulang setelah kulihat jarum jam telah menunjukkan pukul 21.15 WIB. Akhirnya sampai dirumah saudaraku itu. Kami sedikit bercerita-cerita dan akhirnya terlelap.

Jumat, 4 Jan 2013 pukul 08.00 WIB aku pulang keruma setelah aku bermalam dirumah saudaraku itu. Sebenarnya hari itu hari dimana kami berangkat ke G. Lemongan, Klakah. Tapi karena suatu hal akhirnya ditunda keesokan harinya. Aku kembali kerumah dan bersantai ria.

Sabtu, 5 Jan 2013 aku sedikit kecewa dikarenakan aku tidak bisa mengikuti saudara-saudaraku yang lain untuk pergi ke G. Lemongan. Yah, fisik ngedrop lagi alhasil restu Mama tak kudapatkan. Diam dirumah dan mencoba menikmatinya.

Minggu, 6 Jan 2013 hari ini. Yah, pagi tadi aku sudah bersiap untuk pergi ke Alun-Alun kota Jemberku ini untuk mengikuti ‘Jalan Gembira’ yang dilaksanakan oleh Pemkab Jember demi memperingati Dirgahayu Jember ke-84. Dan pada malam harinya aku kembali berkumpul dengan saudara-saudaraku tercinta. Ngopi-ngopi bareng. Cerita-cerita ala mereka. Hahaha. Meskipun hujan di hari ini tak kunjung reda. Itu bukan menjadi penghalang bagi kita untuk tetap berkumpul. Yah, malam ini malam terakhir hari liburku. Sebelum kembali bergelut dengan sejuta kesibukan ala pelajar. Hahaha.

Liburan semester terakhirku kali ini lumayan berkesan kok. Aku bisa membagi semua waktuku untuk orang-orang terdekatku. Keluarga, Organisasi, Sahabat, Keluarga yang ada di Panaongan, Jenyvers, Kota Jemberku, Saudara se-angkatanku. Aku senang bisa melewati semuanya meskipun aku harus jatuh bangun menghadapi fisikku yang drop-dropan ini. Tsaaaah. Terimakasih Tuhan yang telah memeberiku waktu untuk bersama orang-orang terhebat disekitarku.

Desember 03, 2012

Workshop Produksi Film

“Pendukungmu, Pembinaan, Pengembangan Film Pendek Untuk Pembangunan Karakter Bangsa di Dalam Negeri” 

Yah, tadi pagi. Hari kedua di bulan terakhir tahun 2012 pukul 04.30 aku sudah terbangun dari tidur panjangku. Ketika aku sadar, tadi malam aku tidur masih terlalu sore. Dan pada malam yang sama juga, ada pertandingan Indonesia Vs Malaysia. Dan disana aku memang sengaja untuk melewatkan moment tersebut. Alhasil, aku tidak sia-sia karena tidak mengikuti serangkaian acara tersebut. Dimana pada saat itu, skor akhir 2-0 dan kemenangan bukan milik bumi Pertiwi ini.

 Haha, pagi ini sama seperti pagi-pagi biasanya. Aku terbangun, dengan mata yang masih sedikit emm , enggan untuk membuka hahaha. Tangan merab-raba seisi kasurku, berharap aku menemukan hapeku. Alhasil, aku berhasil menemukannya. Segera ku lihat pesan masuk yang ada di hapeku. Nihil. Tak ada pesan darimu. Yaaaaah, setiap pagi saat ku terbangun. Aku berharap, aku membaca ‘Name Contact’ mu diantara pesan masuk yang ada. Yaaah, itu hanya harapanku. Haha.

Oke, kembali ke topik awal. Hehe. Pagi ini aku sudah ada jadwal untuk mengisi hari liburku ini. Aku dan teman-temanku yang lain sudah terdaftar pada acara ‘ROADSHOW 6 KOTA SE-JAWA TIMUR, PEMUTARAN DAN WORKSHOP PRODUKSI FILM’ yang diadakan oleh tim VideoTalk Movement. Sebelumnya, aku mendapat berita acara tersebut dari masku sing paling ngguanteng dewe wes. Hahaha. Yap, mas RZ Hakim. Beberapa hari yang lalu, mas Hakim mengirimkan pesan singkat yang isinya menawariku untuk ikut dalam acara tersebut. Tanpa berpikir panjang pun aku membalas dengan respon positif. Ya, disisi lain aku memang sempat tertarik pada dunia seperti itu. Kayaknya acaranya bakal seru deh ? Itu satu kalimat yang aku pikirkan. Aku terus membayangkan, pasti seru yaa bergelut dengan dunia seperti itu.

Dan pada hari ini, hari dimana acara tersebut dilangsungkan. Berdasarkan draft acara yang ada, acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB. Yaah, ternyata kebiasaan orang Indonesia yang seperti ini masih membudidaya. Kemudian, aku beserta teman-temanku yang lain beranjak untuk segera bergerak menuju lantai 3 di gedung Universitas Muhamaddiyah Jember. Setelah mengisi absen dan mendapatkan fasilitas-fasilitas (modul, blocknote, alat tulis, ID Card, snack, map) yang ada aku dan teman-temanku langsung masuk ke sebuah ruangan dan mencari tempat duduk yang cukup nyaman. Setelah, beberapa menit berlalu, acara pun dimulai. Sambutan satu per satu dari tim VideoTalk Movement pun tak terlewatkan. Serangkaian acara kami perhatikan dengan baik. Semua peserta workshop sangat komunikatif dan antusias untuk terus mengikuti acara ini. Di kesempatan ini kita semua mendapatkan kesempatan untuk langsung bertanya-jawab tentang apa yang diresahkan dalam pembuatan film. Tak sedikit juga yang antusias bertanya. Dan tim penyaji pun dengan senang dan tentunya dengan rasa yang ikhlas menjawab satu per satu dari pertanyaan yang telah kita ajukan. Dari sana kita dapat saling bertukar pikiran. Di acara ini, kita tidak hanya disuguhkan dengan materi-materi yang ada. Yang mungkin bisa membuat kita merasa bosan dan mengantuk haha. Kita juga disuguhkan dengan Apresiasi Film Pendek Indonesia 2012 yang tak kalah menariknya. Dan dari film-film itu, aku semakin merasa iri dengan hasil karyanya yang sungguh memukau. Tapi entah mengapa, aku juga merasa termotivasi bahwa aku juga pasti bisa melakukan hal yang sama seperti mereka. Hanya tergantung pada ‘niatnya’ seperti yang dikatakan oleh salah seorang penyaji. Yaaaah, banyak hal yang aku dapatkan setelah mengikuti acara ini.

Selama 6 jam lamanya aku dan teman-temanku berada di acara ini, aku merasa tak ada yang sia-sia. Semua bermanfaat. Hanya tinggal aku saja bagaimana cara mengembangkan ilmu ini. Haha. Sepulang dari acara ini, aku dan teman-temanku mempunyai obsesi untuk bisa membuat film juga. Yaaah, meskipun hanya film documenter yang dikerjakan oleh orang-orang amatiran. Hahaha. Tapi, kalau tidak dicoba kan tidak akan tahu dimana kurangnya yaa. Dari mencoba itu kita bisa menghasilkan yang terbaik :D DO THE BEST !

ini foto dengan tim VideoTalk Movement setelah acara selesai

Oktober 11, 2012

Not With Me

I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're OKAY
I can feel you if you're not with me
I can reach you my self, you show me the way

life was never be so easy as it seems
'till you come and brhng your love inside
no matter space and distance make it look so far
still I know you're still here by my side

yea..you've made me so alive ,you give the best for me..love and fantasy
yeah..and i never feel so lonely, coz you're always here with me..yeah..always here with me

I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

Oktober 06, 2012

Petualanganku

Bersyukur …
Satu kata yang patut diucap
KepadaMu sang pencipta
Menikmati indahnya alam
Inginku lebih jauh menyelami dunia
Namun , restu tak kunjung ku dapatkan
 
Sampai saat ini …
Batu karang pun terkikis ombak
Restu sudah ku genggam
Gunung Raung sasaran yang tepat
Saat itu ku awali berpetualang
 
Tetes demi tetes air …
Bercucuran di sekujur tubuhku
Tak kan kau temukan
Setitik air di gunung itu
Syukur dapat terucap
Puas pun dirasakan
Menaklukkan Ciptaan-Nya
 
Indah anugerah-Nya
Membuatku tak dapat berhenti bersyukur
Alam mengerti tentang kita
Sifat kita ia tahu
Egois, cuek, baik hati , ikhlas atau apapun
 
 
Sentuhan lembut ku berikan padanya
Edelweiss bunga abadi
Beban di bahu
Terbayarkan oleh yang kurasa
 
Sulit , bahaya , resiko tinggi
Lemah , lelah , lunglai , lesu
Bertahan dengan tenaga yang tersisa
Diam berdiri , memandang sekitar
Sujud syukur di hadapan yang Kuasa
Kelak kesempatan itu datang lagi
Di lain waktu …

September 04, 2012

MIRIS sekali !

Sore ini , aku terbebas dari aktifitas sehari-hariku. Biasanya sih kalo belum hampir maghrib, aku masih ada disekolah. Yaah, seperti biasa. Menghabiskan waktu diluar rumah dan berkumpul dengan sodara-sodara di organisasiku itu lebih menyenangkan. Tapi, ada yang berbeda untuk hari ini. Hari ini, aku terpaksa meliburkan diri dari aktivitas yang ada disekolah dan tentunya acara berkumpul itu tidak ada.
Seharian ini aku hanya dirumah saja. Tidur, makan, nonton TV, onlen, dan aktivitas yang membosankan lainnya. Sampai tak terasa ternyata hari pun beranjak petang. Saat itu aku sedang tidur-tiduran dan menonton TV. Tapi aku tidak menemukan acara yang bener-bener pas buat dilihat. Aku terus memencet nomer-nomer yang ada pada remote demi mendapatkan sebuah acara yang pantas untuk ditonton. Sampai akhirnya aku menemukan acara yang aku cari pada salah satu stasiun TV. Acara yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk semuanya.
Ini tentang salah satu pulau yang ada di wilayah pantai utara Banten, yaitu Pulau Panjang, Pulau yang jauh dari keramaian kota. Pulau yang terbebas dari  polusi udara. Belum lagi kekayaan alamnya yang melimpah. Yaah, seperti cerita-cerita yang telah ada. Keegoisan orang-orang besar yang telah membutakan mata hati mereka. Yang pada akhirnya semua keindahan alam itu tak terlihat lagi. Yang terlihat hanyalah kemuraman dari orang-orang kecil yang menjadi korban dari mereka.
Bukankah indah jika kita melihat keindahan alam ini dan kemudian kita tersenyum ? Bukankah kita senang menikmati alam ?
Tapi kenapa sebagian orang dari kita malah menghancurkan itu semua dan kemudian membuat senyuman itu menghilang ? Tapi kenapa sebagian orang dari kita yang juga menikmati alam itu malah merusaknya ?
Oh, sungguh disayangkan sekali. Mungkin yang mereka pikirkan hanyalah untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, dolar, ataupun yang lainnya. Tapi dibalik pundi-pundi yang terkumpul itu ada segudang kesengsaraan bagi mereka yang kehilangan itu semua.
Pulau Panjang, pulau yang berpenghuni inilah salah satu korbannya. Seperti yang aku tonton sore tadi. Melihatnya pun aku menjadi sedih. Mereka, orang-orang yang tinggal disana. Banyak menyimpan kesedihan dibalik wajahnya. Banyak menyimpan masalah kehidupan yang dihadapinya. Dengan terpaksa mereka harus pasrah menerima semua kenyataan yang ada didepan matanya. Kehilangan eksotisme alam, tempat tinggal yang layak, sampai kehilangan mata pencahariannya !
Yaah, adanya pertambangan pasir laut yang ada di sekitar pulau mereka. Itulah penyebab mereka ataupun kita kehilangan itu semua. Pekerjaan mayoritas orang-orang sana adalah sebagai nelayan dan petani rumput laut. Tetapi, apa yang terjadi jika orang-orang besar itu melakukan tindakan yang merugikan mereka ? Kehilangan pekerjaan yang sudah merupakan mata pencaharian mereka. Yaa, itu yang mereka dapatkan. Orang-orang besar itu mendapatkan uang dan mereka orang-orang kecil malah kehilangan uang. Haha. Sungguh EGOIS sekali. Hanya karena Tergiur Uang Rp.30 M, mereka rela mengorbankan orang-orang yang ada dibalik mereka! Belum lagi kehilangan biota-biota yang ada dilaut karena pengaruh limbah dari pertambangan tersebut. “Kami minta kepada Bupati Serang, agar segera mencabut ijin penambangan pasir laut diwilayah perairan teluk Banten sekitar Pulau Panjang, karena akan merusak biota laut,” kata Asep, salah satu massa aksi dari unsur IKMBP. (dikutip dari barakindonesia.com)
Hingga kini, para nelayan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Karena mereka kehilangan biota laut yang ada. Sedangkan para petani rumput laut yang dari dulu telah mengembang-biakkan rumput laut, kini nasibnya pun sama. Sama-sama menyedihkan. Pada saat panen, mereka tidak menemukan kualitas yang baik dari hasil panennya tersebut. Mereka kehilangan itu semua. Sampai kapan ini akan berhenti ? Sungguh miris sekali !
30.000 Tanaman Bakau Mati, kurang hancur gimana alam kita ? Tanaman bakau sebanyak itu hilang hanya sekejap. Mau jadi apa kelanjutan negeri ini ? Pasalnya, penambangan pasir yang dilakukan sejumlah perusahaan penambang itu juga menyedot kantong lumpur yang menjadi biota tanaman Bakau. Sungguh ironi sekali ! "Sekarang jumlah pohon Bakau dan Mangroove di Desa Banten yang mati sebanyak 30.000 pohon. Ini akibat dari penambangan pasir laut yang terjadi selama bertahun- tahun," ujarnya Rabu (7/3) seperti dikutip matabaca. Ia menambahkan, dahulu tidak pernah ada abrasi, tapi sejak adanya penambangan pasir laut, abrasi mulai ada. “Akibat penambangan pasir laut, aktivitas nelayan yang menjadi mata pencaharian warga semakin lesu. Ini lantaran biota laut berupa karang rusak,” ujarnya (dikutip dari barakindonesia.com)
bila nanti pohon terakhir, telah tumbang dan tak ada pohon yang lain
bila nanti burung terakhir, telah tertembak mati dan gak ada lagi
bila nanti sungai terakhir, telah tercemar kering dan tak ada sungai
bila nanti ikan terakhir telah disantap dan tak ada lagi
nggak ada waktu lagi tuk menanti
nggak ada lagi kicau burung bernyanyi
yang ada hanya uang, yang ada hanya perhiasan
yang ada hanya lukisan, lukisan pemandangan
nggak ada waktu lagi untuk hanya diam
untuk hanya sekedar duduk dan kemudian mati
(by : Tamasya – Peruculum in mora)
 
Blogger Templates